Sabtu, 17 Juli 2010

Pemimpin dan Wakil Pemimpin Regu

Untuk dapat mencapai hasil yang sebaik-baiknya dalam keadaan bagaimana pun, saya anjurkan benar-benar supaya sistem beregu dipakai. Sistem kerukunan dalam regu adalah cara bekerja dalam gerombolan-gerombolan kecil yang tetap, yang masing-masingya di bawah pimpinan dan tanggungjawab salah seorang anak yang cakap.

"Sistem ini akan membawa keberhasilan" kata Baden Powell dalam buku Scouting for Boys. Perkataan ini sudah tertera dalam terbitan buku tahun 1908 dan dalam terbitan tahun 1928 dapat kita baca, " Sekali-kali Penggalang pergi berjalan-jalan sendiri, tetapi biasanya berdua. Jika jumlag mereka itu lebih dari dua, maka gerombolan itu kita namakan regu."

Hasil pekerjaan Pembina Penggalang sebagian besar bergantung pada dipraktekkan atau tidaknya sistem beregu dan pada cara mempraktekkannya. Perlu sekali dikemukakan dari awal bahwa sistem ini bukan salah satu cara untuk melatihkan permainan kepanduan akan tetapi satu-satunya cara.

Sistem ini dapat dilakukan sekedarnya saja, tetapi dapat juga secara seluas-luasnya. Yang pokok ialah adanya gerombolan-gerombolan kecil yang tetap di bawah pimpinan dan tanggungjawab seorang anak yang berpengaruh. Gerombolan-gerombolan ini kita namakan Regu Penggalang.

Jika telah ada regu-regu yang terdiri antara 6 - 8 anak maka regu itu harus menjadi kesatuan dalam latihan-latihan memandu, bermain, berkemah dan melakukan kebajikan. Teranglah bahwa hanya seorang penggalang yang cakap saja yang dapat ditetapkan sebagai pemimpinnya. Yang dimaksud dengan cakap, tidak hanya pandai tapi juga dapat memimpin. Sifat ini biasanya merupakan pembawaan, namun ia harus memiliki suatu sifat yang menonjol yang akan menjadi daya penarik baginya untuk bisa menggerakkan anak buahnya dalam pekerjaan atau permuiana. Sifat-sifat ini dapat diperkuat lewat latihan-latihan kepanduan dan dengan sistem beregu.

Bilamana seorang anak akan ditetapkan menjadi pemimpin regu maka perlu diperhatikan agar usia tidak menjadi penghambat. Itu tidak berarti bahwa anak usia 12 tahun takkan dapat memimpin sebaik anak berusia 14 atau 15 tahun, tetapi maksudnya anak yang semuda itu tidak dapat memimpin anak-anak yang lebih tua darinya.Anak-anak yang lebih muda biasanya mengikuti anak yang lebih tua meskipun anak yang diikutinya itu bodoh. Anak-anak yang lebih tua takkan mengikuti anak yang lebih muda, walaupun ia lebih pandai. Dalam hal ini otot lebih berpengaruh daripada otot.

Meskipun calon pemimpin regu itu memiliki sifat-sifat yang mendukung, namun pekerjaan sebagai pemimpin regu tak dapat diselesaikannya sendiri sehingga ia perlu bantuan seorang wakil pemimpin regu. Wakil itu harus dipilih sendiri oleh sang pemimpin regu. Ia harus membantu pemimpin regu dan jika perlu mewakilinya. Keduanya harus dapat bnekerjasama dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan regu. Seorang pembina penggalang yang memilih wakil pemimpin regu tanpa bermusayawarah terlebih dahulu dengan pemimpin regunya boleh dikatakan telah membuat kesalahan besar. Pembina harus membicarakan hal ini dan tidak sekali-kali memilih orang yang tak diingininya. BP menekankan agar memberi kebebasan sepenuhnya pada pemimpin regu untuk memilih wakilnya dan jika perlu, biarlah ia salah memilih.

Seringkali pembina-pembina penggalanmngatakan, "Saya telah menetapkan pemimpin-pemimpin regu, tapi mereka tak dapat memimpin dan praktis saya sendirilah yang harus mengerjakan segala pekerjaan." Jawaban pernyataan ini ialah bahwa tugas pembina penggalang yang terpenting dalam Gerakan kita adalah berusaha supaya pemimpin-pemimpin regunya dapat memimpin regunya masing-masing. Seorang anak yang gemar membaca tidak akan diharapkan teman-temannya, malahan sebaliknya. Seorang anak yang tahu tentang macam-macam keadaan biasa dalam hidup sehari-hari lebih dari teman-temannya, yang lebih cekatan dan lebih paham akan macam-macam kejadian, dapt lebih berpengaruh atas ana-anak lain.

Sedapat mungkin, biarlah anak-anak semacam ini yang menjadi pemimpin regu. Anak semacam ini tidak mudah diadakan, melainkan harus dididik. Cara yang biasa untuk mendidik adalah dengan memberi kesempatan khusus bagi para pemimpin regu dan wakilnya untuk mendapatkan pengetahuan dan kecakapan. Dianjurkan supaya pasukan mengadakan perpustakaan kecil berisi buku teknis guna keperluanm pemimpin regu dan wakilnya, yang beruisi beberapa buku Petunjuk Penylenggaraan, Scouting for Boys, Penggalang Terap, buku permainan. Yang terpenting adalah agar perpusatakan itu benar-benar dipergunakan. Pemimpin regu dan wakilnya harus banyak diberi kesempatan khusus untuk menanyakan segala sesuatu ke pembinanya secara langsung.Sekali-kali mereka harus dapat menemui pembinanya di luar pertemuan pasukan, misal di rumah pembina atau pada pertemuan pemimpin-pemimpin regu dan wakilnya seminggu sekali di balai pasukan.

Seorang pembina penggalangtidak harus menjadi sebuah ensiklopedi hidup. ia harus cukup rendah hati dan tahu diri, dapat dan mau meminta nasehat dari orang lain, tentang hal-hal yang tidak diketahuinya. Kewajiban pembina bukanlah mengajar segala sesuatu sendiri kepada anak-anak buahnya. kewajiban yang sebenarnya adalah memberi kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dan melatih diri sendiri !

Pada umumnya para wakil pemimpin regu harys mendapat kesempatan belajar yang sama seperti yang didapat oleh para pemimpin regu. Bukankah serung terjadi bahwa seorang wakil pemimpin regu harus bertindak sebagai wakil atau pengganti pemimpin regunya ?

Maksud mengadakan latihan-latihan khusus untuk pemimpin-pemimpin regu dan wakilnya ialah pertama-tama untuk menambah kecakapan praktis mereka. Untuk mencapai maksud itu dianjurkan supaya membentuk regu kader yaitu regu yang terdiri dari para pemimpin dan wakil pemimpin regu sebagai anggota dengan Pembina Penggalang atau salah seorang Pembantu Pembina sebagai Pemimpin Regu sehingga dapat bersama-sama belajar dan berlatih. Regu Kader itu dapat melatih materi Penggalang Terap, berkemah, pioneering dan sebagainya. Dengan demikian, pemimpin-pemimpin regu itu kemudian dapat mudah dan dengan kepercayaan diri memimpin regunya masing-masing. Pemimpin Regu juga mendapat latihan dan persiapan sehingga ia pun kelak dapat menjadi pembina penggalang kelak.

Kamis, 08 Juli 2010

Masa menerima latihan




Pendidikan yang diberikan oleh Gerakan Pramuka itu diperuntukkan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda, tidak untuk orang lain. Fungsi dan tugas Gerakan Pramuka dalam masyarakat adalah sebagai gerakan latihan yang bertujuan ikut serta membantu atau menambah pendidikan yang diterima oleh anak-anak dan pemuda-pemuda yang telah diterima di rumah, di sekolah dan di lapangan agama.

Latihan-latihan yang diberikan oleh Gerakan Pramuka kepada anggota-anggotanya itu "mempunyai batas waktu." Untuk menentukan bilamanakah latihan-latihan itu dapat mulai diberikan aaaatau harus diakhiri semuanya terletak pada bahan-bahan latihan yang akan diberikan dan pada si penerima.

Berkaitan dengan si penerima, haruslah diperhatikan pada usia berapakah anak-anak itu dapat menerima latihan-latihan Gerakan Pramuka itu dan pada usia berapakah pemuda-pemuda dianggap sudah tidak memerlukan latihan-latihan itu lagi sebagai pendidikan tambahan yang diberikan pihak lain (sekolah, keluarga, agama). Bagi para pemuda,pertanyaan tersebut di atas dapat dirumuskan sebagai berikut : "Pemuda usia berapakah dapat mulai menambah pendidikannya dengan usaha serta tanggungjawabnya sendiri ?"

Soal batas waktu si penerima adalah harus disesuaikan dengan keadaan perkembangan kejiwaan anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia. Menurut pengalaman, batas waktu terletak lebih kurangantara permulaan tujuh tahun dan penghabisan 20 tahun. Masa Siaga adalah 7 - 10 tahun, Masa Penggalang antara 10 - 16 tahun, Masa Penegak antara 16 - 20 tahun, Masa pandega antara 20 - 22 tahun dan dapat dilanjutkan sampai 25 tahun.

Pemuda usia 21-25 tahun itu seharusnya telah masuk dalam masa memberi.

Hal ini tidak berarti bahwa kita harus memegang teguh batas-batas usia tersebut di atas. Adakalanya bahwa seorang anak atau pemuda itu keadaan jiwanya tidak sesuai lagi untuk masuk dalam salah satu batas usia yang telah ditetapkan.
Misalnya, seorang pemuda yang berusia 18 tahun itu menurut pembatasan usia masih menjadi Penegak untuk menerima latihan-latihan, tetapi karena perkembangan jiwanya telah demikian jauhnya sehingga ia sudah tidak suka atau perlu diberikan latihan-latihan lagi, maka tidak ada salahnya ia dipindahkan ke Kepandegaan.

Tetapi jangan sebaliknya, misalkan seorang Penegak yang jiwanya masih kekanak-kanakan dikembalikan menjadi Penggalang atau Penggalang yang telah mencapai usia Penegak tetapi jiwanya masih dianggap belum sesuai lalu tidak dinaikkan ke Kepenegakan. Mengingat usianya yang lebih lanjut itu, maka anak atau pemuda yang demikian tadi akan merusak suasana lingkungan.

-------------

Dengan demikian jelas bahwa kegiatan latihan yang diberikan oleh Gerakan Pramuka itu disesuaikan dengan perkembangan jasmani dan rohani. Tujuannya adalah mendewasakannya sesuai dengan taraf kematangan rata-rata seusianya sehingga pada akhirnya ia bisa menjadi pribadi dewasa yang matang, emosi dan sosialnya, dan tahu menyeimbangkan hak dan kewajibannya. (Hendro)

-----------------

Sumber : Buku Perppanitra Nasional 1, 21-26 Agustus 1969 di Jakarta.
Disadur dan diberi catatan kaki oleh Hendro Prakoso.

Kamis, 01 Juli 2010

BP on Sistem Beregu



Masih banyak Pembina yang belum sadar betapa pentingnya bekerja dalam pasukan dengan menggunakan sistem beregu, yaitu dengan cara membagi anak-anak dalam gerombolan kecil yang tetap dan tiap-tiap gerombolan dipimpin oleh salah seorang anak itu sendiri, Pemimpin Regu.

Untuk dapat mencapai hasil-hasil yang baik, maka tanggungjawab yang sebenarnya harus diberikan pada pemimpin-pemimpin regu itu. Jika hanya diberika sedikit, seperti sandiwara saja (setengah hati) maka hasil yang diperoleh akan seimbang dengan pemberian tanggungjawabnya.
Mengikutsertakan anak-anak dalam pimpinan pasukan juga dapat mengurangi pekerjaan-pekerjaan kecil Pembina.Namun demikian, bukan itulah maksud sistem beregu.
Pemberian tanggungjawab kepada anak-anak adalah sistem untuk membantu mendidik karakter mereka. Inilah yang lebih utama.

Memang sudah selaras dengan kodratnya, anak-anak mengorganisasikan diri mereka sendiri dalam gerombolan-gerombolan kecil, baik untuk bermain-main bersama atau untuk bernakal-nakalan. Dalam gerombolan itu anak yang ternyata mempunyai karakter terkuat dengan sendirinya akan diakui oleh anak-anak lainnya ebagai pemimpin mereka. Manfaatkan kebiasaan anak-anak ini dalam pekerjaan saudara danusaha saudara itu tentu akan menghasilkan buah yang sebaik-baiknya.

Pembina Penggalang memberi tujuan pada anak-anak didiknya dan regu berlomba-lomba untuk mencapai tujuan itu dan dengan sendirinya kegiatan akan timbul karenanya yang pada akhirnya membuat kecakapan para penggalang pada umumnya akan meningkat pula.

April 1914
Robert Baden Powell
Ditulis di pengantar buku tentang Sistem Beregu yang ditulis Roland Philips.